Pengaruh Pemberian Ekstrak Gambir Terhadap Kadar EDRF (Endothelial Derrivat Relaxing Factors)/Nitrogen Mono Oksida (NO) pada Hiperkholesterolemia

  • Suhatri Suhatri
  • Yufri Aldi
  • Nikita Surya Dharma

Abstract

Nitrogen mono oksida (NO) dikenal juga dengan Endothelial Derrivat Relaxing Factors) merupakan molekul sederhana yang berperan dalam regulasi sistem kardiovaskular. Nitrogen mono oksida yang dihasilkan oleh NOS type III didalam endotel akan berdiffusi kedalam sel otot polos pembuluh darah yang akan mengaktifkan enzim guanylate cyclase menyebabkan terjadi relaksasi dari otot polos pembuluh darah. Nitrogen mono oksida yang dihasilkan dari metabolisme obat antiangina menyebabkan vasodilasi pembuluh darah koroner yang mengalami aterosklerosis dan memperbaiki aliran darah koroner jantung. Pada penelitian ini diteliti pengaruh ekstrak gambir terhadap kadar EDRF (Endothelial Derrivat Relaxing Factors)/Nitrogen Mono Oksida (NO) pada keadaan hiperkolesterol. Hiperkolesterol di induksi dengan koktail aterogenik. Koktail atrogenik terdidri dari Lemak sapi : Miyak sawit (1:5) PTU 0,1 %, empedu ayam 2 %. Ekstrak gambir diberikan dengan dosis 10, 20 dan 40 mg/Kg BB selama 2 bulan bersamaan dengan koktail yang diberikan secara oral. Kadar NO ditentukan dengan metoda ELISA Spektrofotometer Ukur Optikal Densiti nya pada λ 550 nm. Hasil penelitian menunjukan ekstrak gambir dengan dosis 10 dan 20 mg/Kg BB dapat meningkatkan kadar NO, 20 mg/Kg BB merupakan dosis terbaik untuk. Dosis 40 mg/Kg BB tidak dapat meningkatkan NO.

References

RW. 2009. Flavonoid (Quersetin). Universitas Hasanuddin.

Aqil F, I Ahmed , and Z Mehmood. 2006. Antioxidant and free radical scavenging properties of twelve traditionally used Indian medicinal plants. Turk J Biol, 30: 177-183.

Gustafsson M, C Flood, P Jirholt, J Borén. 2004. Retention of atherogenic lipoproteins in atherogenesis. Cell Mol Life Sci. 61: 4–9.

Gustafsson M, M Levin, K Skålén, J Perman, V Fridén, P Jirholt, et al., 2007. Retention of low-density lipoprotein in atherosclerotic lesions of the mouse: evidence for a role of lipoprotein lipase. Circ Res. August 30.

Lawrence, G.S. 2006. Implikasi Klinis Disfungsi Endotel dan Radikal Bebas. . Makassar: Unit Riset Vascular, bagian Patologi, FK Unhas, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Reiterer G, T Michal and H Bernhard. 2004. Quercetin Protects Against Linoleic Acid-Induced Porcine Endothelial Cell Dysfunction. The American Society for Nutritional Sciences J. Nutr. 134:771-775.

Selvinna. 2005. Disfungsi Endotel dan Obat Hipertensi. Jakarta.

Simionescu M. 2007. Implications of early structural-functional changes in the endothelium for vascular disease. Arterioscler Thromb Vasc Biol.27: 266–274.

Vogel, H.G. 2002. Drug Discovery and Evaluation Pharmacological Assay. Springer-Verlag Berlin Heidelberg,New York, , page 1100.

Xi H, M Akishita, K Nagai, W Yu, H Hasegawa, M Eto, et al. 2007. Potent free radical scavenger, edaravone, suppresses oxidative stress-induced endothelial damage and early atherosclerosis. Atherosclerosis.191: 281–289.

Yustisiana, Devi. 2010. “Pengaruh Pemberian Tolak Angin Anak Cair Terhadap Kadar Nitrit Oksida (NO) Pada Mencit Swiss”. (Skripsi). Jakarta.
Published
2017-03-28
How to Cite
SUHATRI, Suhatri; ALDI, Yufri; DHARMA, Nikita Surya. Pengaruh Pemberian Ekstrak Gambir Terhadap Kadar EDRF (Endothelial Derrivat Relaxing Factors)/Nitrogen Mono Oksida (NO) pada Hiperkholesterolemia. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, [S.l.], v. 18, n. 1, p. 56-60, mar. 2017. ISSN 2580-5959. Available at: <http://jstf.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jstf/article/view/17>. Date accessed: 19 july 2018.
Section
Articles